Fungsi keanggotaan: Kedua, merupakan kebalikan yang pertama. Garis lurus di mulai dari nilai domain dengan derajat keanggotaan tertinggi pada sisi kiri, kemudian bergerak menurun ke nilai domain yang memiliki derajat keanggotaan lebih rendah. Seperti yang ditunjukkan pada gambar 2.
Rancangan Sistem
Desain Database
Desain database digunakan untuk
mengidentifikasi kebutuhan tabel-tabel yang diperlukan oleh sistem dan juga
dimaksudkan untuk mengidentifikasi isi dan struktur dari tiap-tiap tabel yang
telah didefinisikan secara umum. Secara keseluruhan ada 3 tabel yang dibuat
untuk tujuan dan kegunaan yang berbeda, yaitu:
a.
Tabel Mahasiswa, berisi data- data
mahasiswa yang akan diproses. Struktur tabelnya seperti terlihat pada tabel 1
dengan NIM sebagai primary key.
Tabel 1. Tabel Mahasiswa
|
Nama Field
|
Tipe Data
|
Panjang
|
Keterangan
|
|
* nim
|
Text
|
10
|
Primary Key
|
|
Nama
|
Text
|
25
|
-
|
|
Ipk
|
Single
|
-
|
-
|
|
Gaji
|
Single
|
-
|
-
|
|
Semester
|
Single
|
-
|
-
|
|
Beasiswa
|
Text
|
3
|
-
|
|
Jurusan
|
Text
|
26
|
-
|
|
Jenkel
|
Text
|
10
|
-
|
b.
Tabel Mu, menyimpan hasil perhitungan
nilai derajat keanggotaan (
) dari fungsi keanggotaan dan himpunan fuzzy tabel mahasiswa.
Struktur tabelnya seperti terlihat pada tabel 2. Tabel ini memiliki kolom NIM
yang berelasi dengan kolom NIM pada tabel mahasiswa sebagai primary key.
Tabel 2. Tabel Mu
|
Nama Field
|
Tipe Data
|
Pan
jang
|
Keterangan
|
|
*nim
|
Text
|
10
|
Primary Key
|
|
mu_ipk_cukup
|
Single
|
-
|
-
|
|
mu_ipk_baik
|
Single
|
-
|
-
|
|
mu_ipk_baik_sekali
|
Single
|
-
|
-
|
|
mu_gaji_rendah
|
Single
|
-
|
-
|
|
mu_gaji_sedang
|
Single
|
-
|
-
|
|
mu_gaji_tinggi
|
Single
|
-
|
-
|
|
mu_sms_bawah
|
Single
|
-
|
-
|
|
mu_sms_menengah
|
Single
|
-
|
-
|
|
mu_sms_atas
|
Single
|
-
|
-
|
c.
Tabel Firestrength, akan menyimpan hasil dari seluruh proses yang
dilakukan oleh sistem dan user dapat melihat data mahasiswa yang
direkomendasikan berdasarkan kriteria yang telah dimasukkan. Pada tabel ini
terdapat nilai derajat perekomendasian yang merupakan hasil dari perhitungan firestrength. Struktur tabelnya seperti
terlihat pada tabel 3. Tabel ini
memiliki kolom NIM yang berelasi dengan kolom NIM pada tabel mahasiswa
sebagai primary key.
Tabel 3. Tabel Firestrength
|
Nama Field
|
Tipe Data
|
Panjang
|
Keterangan
|
|
* nim
|
Text
|
10
|
Primary Key
|
|
firestrength1
|
Single
|
-
|
-
|
|
firestrength2
|
Single
|
-
|
-
|
|
firestrength3
|
Single
|
-
|
-
|
|
Hitung
|
Single
|
-
|
-
|
|
rekomendasi
|
Single
|
-
|
-
|
Desain Fungsi Keanggotaan
Pada kasus ini, setiap variabel fuzzy menggunakan fungsi keanggotaan bahu
dan segitiga sebagai pendekatan untuk memperoleh nilai derajat keanggotaan
dalam suatu himpunan fuzzy.
a.
Variabel gaji, dibagi menjadi 3 himpunan
fuzzy, yaitu RENDAH, SEDANG dan TINGGI. Himpunan fuzzy RENDAH dan TINGGI
menggunakan pendekatan fungsi keanggotaan yang berbentuk bahu, sedangkan
himpunan fuzzy SEDANG menggunakan pendekatan fungsi keanggotaan berbentuk
segitiga. Seperti terlihat pada gambar 5.

Gambar 5. Fungsi Keanggotaan pada Variabel Gaji
Fungsi
keanggotaan pada variabel gaji dapat dirumuskan sebagai berikut:



b.
Variabel IPK, dibagi menjadi 3 himpunan
fuzzy, yaitu CUKUP, BAIK dan BAIK SEKALI. Himpunan fuzzy CUKUP dan BAIK SEKALI
menggunakan pendekatan fungsi keanggotaan yang berbentuk bahu, sedangkan
himpunan fuzzy BAIK menggunakan pendekatan fungsi keanggotaan berbentuk
segitiga. Seperti terlihat pada gambar 6.
Gambar 6. Fungsi
Keanggotaan pada Variabel IPK
Fungsi keanggotaan pada variabel IPK dapat dirumuskan
sebagai berikut:



c.
Variabel semester, dibagi menjadi 3
himpunan fuzzy, yaitu BAWAH, MENENGAH dan ATAS. Himpunan fuzzy BAWAH dan ATAS menggunakan pendekatan
fungsi keanggotaan yang berbentuk bahu, sedangkan himpunan fuzzy MENENGAH
menggunakan pendekatan fungsi keanggotaan berbentuk segitiga. Seperti terlihat
pada gambar 7.

Gambar 7.
Fungsi Keanggotaan pada Variabel Semester
Fungsi keanggotaan pada variabel semester dapat
dirumuskan sebagai berikut:



DFD Level 0 Sistem Perekomendasian Beasiswa
Pada DFD level 0 ini terdapat 3 proses utama yaitu
melakukan input dan edit, fuzzy query, membuat laporan. Seperti terlihat pada gambar 8.

Gambar 8. DFD
Level 0 Sistem Perekomendasian Beasiswa
Hasil Penelitian
Dalam percobaan ini, data yang digunakan berasal dari data mahasiswa yang
diperoleh dari hasil observasi dan wawancara dengan bagian kemahasiswaan STMIK
PPKIA Pradnya Paramita Malang. Seperti yang terlihat pada gambar 9.

Gambar 9. Data Mahasiswa
Langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan derajat keanggotaan
variabel gaji, variabel IPK dan variabel semester. Seperti terlihat pada gambar
10, 11 dan 12.
Gambar 10. Proses Menghitung Derajat Keanggotaan Gaji

Gambar 11.
Proses Menghitung Derajat Keanggotaan IPK

Gambar 12.
Proses Menghitung Derajat Keanggotaan Semester
Tahapan selanjutnya adalah melakukan query,
untuk menyeleksi mahasiswa yang direkomendasikan untuk mendapatkan beasiswa. Operator
yang disediakan untuk operasi ini ada dua, yaitu operator AND dan OR. Seperti
terlihat pada gambar 13.
Gambar 13. Proses Seleksi Pemohon Beasiswa
Hasil operasi query diatas
digunakan untuk menentukan jenis beasiswa yang diterima oleh mahasiswa. Seperti
terlihat pada gambar 14.

Gambar 14. Menampilkan Hasil
Seleksi
Laporan yang dihasilkan oleh sistem ini ada 2 yaitu laporan daftar penerima
beasiswa PPA dan BBM. Seperti terlihat pada gambar 15 dan 16.

Gambar 15. Laporan Daftar Penerima Beasiswa PPA

Gambar 16. Laporan Daftar Penerima Beasiswa BBM
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan dan hasil pengujian aplikasi ini,
maka dapat dibuat kesimpulan antara lain:
a.
Metode logika fuzzy dapat digunakan
sebagai pilihan untuk menyelesaikan permasalahan ketidak pastian penentuan
b.
Proses untuk menentukan kelayakan
mahasiswa dalam mendapatkan beasiswa lebih mudah dibandingkan dengan
menggunakan cara manual.
Saran
Aplikasi ini masih jauh dari sempurna, sehingga
diharapkan dapat dikembangkan lagi. Hal-hal yang dapat dikembangkan antara
lain:
a.
Untuk pengambilan keputusan yang lebih
baik lagi, diharapkan dapat mengkombinasikan metode logika fuzzy dengan metode artificial intelligence yang lainnya.
b.
Metode logika fuzzy ini dapat dikembangkan
untuk aplikasi penentuan kompetensi dosen, sistem perekrutan karyawan,
penjurusan siswa smu, penentuan jumlah produksi dan lain-lain.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar