Minggu, 07 Juni 2015

quiz

Quiz Soal QUIZ Suatu kelurahan mendapatkan Bantuan Langsung Tunai dari pemerintah untuk masing masing kepala keluarga dengan syarat ketentuan sebagai berikut : C1 : Jumlah Tanggungan C2 : Pendapatan Kepala Keluarga C3 : Luas Bangunan Rumah C4 : Memiliki KK Pilihlah 5 alternatif KK yang akan mendapatkan bantuan dari beberapa KK berikut ini :
 NKK C1 C2 C3 C4
Aldyan 4 2.350.000 100M² Tidak ada
Hendro 5 3.050.000 50M² Ada Joko 3 3.350.000 70M² Ada
Doni 4 2.550.000 90M² Ada
Dono 6 2.850.000 120M² Ada Kasino 3 2.650.000 80M² Ada
Susanto 2 3.350.000 150M² Tidak ada
Bobot W = [5,4,3,4] NKK C1 C2 C3 C4
 Aldyan 2 1 3 1 Hendro 3 3 1 2 Joko 2 4 1 2 Doni 2 2 2 2 Dono 3 3 4 2 Bobot W= [5,4,3,4] Penyelesaian 1.X1 = √2²+3²+2²+2²+2² = 5.4772 r11= 2/5.4772 =0.3651 r41= 2/5.4772 =0.3651 r21= 3/5.4772 =0.5477 r51= 3/5.4772 =0.5477 r31= 2/5.4772 =0.3651 X2 =√1²+3²+4²+2²+3² = 6.7823 r12= 2/6.7823 =0.1474 r41= 2/6.7823 =0.2948 r22= 3/6.7823 =0.4423 r51= 3/6.7823 =0.423 r32= 4/6.7823 =0.5897 X3 =√3²+1²+1²+2²+4² = 5.5677 r13= 3/5.5677 =0.5388 r43= 2/5.5677 =0.3592 r23= 1/5.5677 =0.1786 r53= 4/5.5677 =0.7184 r33= 1/5.5677 =0.1786 X4=√1²+2²+2²+2²+2² = 4.1231 r14= 1/4.1231 =0.2425 r44= 2/4.1231 =0.4850 r24= 2/4.1231 =0.4850 r45= 2/4.1231 =0.4850 r34= 2/4.1231 =0.4850 0.3651 0.1474 0.5388 0.2425 0.5477 0.4423 0.1796 0.4850 Matrik R 0.3651 0.5897 0.1796 0.4850 0.3651 0.2984 0.3592 0.4850 0.5477 0.4423 0.7184 04850 2. y11=w1 r11= 5*0.3651 = 1.8255 y21=w1 r21= 5*0.5477 = 2.7385 y31=w1 r31= 5*0.3651 = 1.8255 y41=w1 r41= 5*0.3651 = 1.8255 y51=w1 r51= 5*0.5477 = 2.7385 y12=w2 r12= 4*0.1474 = 0.5896 y22=w2 r22= 4*0.4423 = 1.7692 y32=w2 r32= 4*0.5877 = 2.3588 y42=w2 r42= 4*0.2984 = 1.1936 y52=w2 r52= 4*0.4423 = 1.7692 y13=w3r13 = 3*0.5388 = 1.6164 y23=w3r23 = 3*0.1796 = 0.5388 y33=w3r33 = 3*0.1796 = 0.5388 y43 =w3r43 = 3*0.3592 = 1.0776 y53 = w3r53 = 3*0.7184 = 2.1552 y14 = w4r14 = 4*0.2425 = 0.97 y24 = w4r24 = 4*0.4850 = 1.94 y34 = w4r34 = 4*0.4850 = 1.94 y44 = w4r44 = 4*0.4850 = 1.94 y54 = w4r54 = 4*0.4850 = 1.94 1.8255 0.5896 1.6164 0.97 2.7385 1.7692 0.5388 1.94 Matrik y 1.8225 2.3588 0.5388 1.94 1.8255 1.1936 1.0776 1.94 2.7385 1.7692 2.1552 1.94 3. y1⁺ = max {1.8255 ; 2.7385 ; 1.8255 ; 1.8255 ; 2.7385} = 2.7385 y2 ̄ = min {0.5896 ; 1.7692 ; 2.3588 ; 1.1936 ; 1.7692} = 0.5896 y3 ̄ = min {1.6164 ; 0.5388 ; 0.5388 ; 1.0776 ; 2.1552} = 0.5388 y4⁺ = max {0.97 ; 1.94 ; 1.94 ; 1.94 ; 1.94} = 1.94 A⁺ ={ 2.7385 ; 0.5896 ; 0.5388 ; 1.94 } y1 ̄ = min {1.8255 ; 2.7385 ;1.8255 ; 1.82556 ; 2.7385} = 1.8255 y2⁺ = max {0.5896 ; 1.7692 ; 2.3588 ; 1.1936 ; 1.7692} = 2.3588 y3 ⁺= max {1.6164 ; 0.5388 ; 0.5388 ; 1.0776 ; 2.1552} = 2.1552 y4 ̄ = max {0.97 ; 1.94 ; 1.94 ; 1.94 ; 1.94} = 0.97 A ̄ ={ 1,8255 ; 2.3588 ; 2.1552; 0.97} 4. D1⁺= √(1.8225 - 2.7385)²+(0.5896 – 0.5896)² + (1.6164 – 0.5388)²+ (0.97 - 1.94)² = 1.7149 D2 ̄ = √(2.7385 - 2.7385)²+(1.7672 – 0.5896)² + (0.5388 – 0.5388)²+ (1.94- 1.94)² = 1.1796 D3 ̄ = √(1.8255 - 2.7385)²+(2.3588 – 0.5896)² + (0.5388 – 0.5388)²+ (1.94- 1.94)² = 1.9908 D4⁺= √(2.7385- 2.7385)²+(1.7692 – 0.5896)² + (2.1552 – 0.5388)²+ (1.94 - 1.94)² = 2.0010 D1 ̄= √(1.8225 – 1.8225)²+(0.5896 – 2.3588)² + (1.6164 – 2.1552)²+ (0.97 – 0.97)² = 1.8494 D2⁺ = √(2.7385 – 1.8225)²+(1.7672 – 2.3588)² + (0.5388 – 2.1552)²+ (1.94- 0.97)² = 2.1772 D3⁺= √(1.8255 – 1.8225)²+(2.3588 – 2.3588)² + (0.5388 – 2.1552)²+ (1.94- 0.97)² = 1.8850 D4 ̄= √(2.7385- 1.8225)²+(1.7692 – 2.3588)² + (2.1552 – 2.1552)²+ (1.94 – 0.97)² = 1.4585 5. V1 = 1.8479/1.9479+1.7149 = 0.5186 V2 = 2.1772/2.1172+1.1796 = 0.6485 V3 = 1.8850/1.8850+1.9908 = 0.4863 V4 = 1.4585/1.4585+2.0010 = 0.4215

Selasa, 26 Mei 2015

Metode AHP pada Sistem Penunjang Keputusan (SPK)

 Analytic Hierarchy Process (AHP) merupakan suatu model pendukung keputusan yang  dikembangkan oleh Thomas L. Saaty. Model pendukung keputusan ini  akan menguraikan masalah multi faktor atau multi kriteria yang  kompleks menjadi suatu hirarki. Hirarki  didefinisikan sebagai suatu representasi dari sebuah permasalahan  yang kompleks dalam suatu struktur multi level dimana level pertama  adalah tujuan, yang diikuti level faktor, kriteria, sub kriteria, dan seterusnya ke bawah hingga level terakhir dari alternatif.
AHP membantu para pengambil keputusan untuk memperoleh solusi terbaik dengan mendekomposisi permasalahan kompleks ke dalam bentuk yang lebih sederhana untuk kemudian melakukan sintesis terhadap berbagai faktor yang terlibat dalam permasalahan pengambilan keputusan tersebut. AHP mempertimbangkan aspek kualitatif dan kuantitatif dari suatu keputusan dan mengurangi kompleksitas suatu keputusan dengan membuat perbandingan satu-satu dari berbagai kriteria yang dipilih untuk kemudian mengolah dan memperoleh hasilnya.
AHP sering digunakan sebagai metode pemecahan masalah  dibanding dengan metode yang lain karena alasan-alasan sebagai berikut :
1.    Struktur yang berhirarki, sebagai konsekuesi dari kriteria yang  dipilih, sampai pada subkriteria yang paling dalam.
2.    Memperhitungkan validitas sampai dengan batas toleransi inkonsistensi berbagai kriteria dan alternatif yang dipilih oleh pengambil keputusan.
3.    Memperhitungkan daya tahan output analisis sensitivitas pengambilan keputusan.
Tahapan yang dilakukan dalam metode AHP secara umum digambarkan pada Gambar 1.
 Gambar 1. Tahapan AHP
Tahap 1: Mendefinisikan struktur hirarki masalah
Permasalahan didekomposisi ke dalam bentuk pohon hirarki yang menunjukkan hubungan antara permasalahan, kriteria, dan alternatif solusi.
Tahap 2: Melakukan pembobotan kriteria pada setiap tingkat hirarki
Pada tahapan ini, seluruh kriteria yang berada pada setiap tingkat hirarki diberikan penilaian kepentingan relatif antara satu kriteria dengan kriteria lainnya. Penilaian tersebut menggunakan standar pembobotan Saaty dengan skala berkisar dari 1 hingga 9 dan kebalikannya. Keterangan mengenai skala tersebut dapat dilihat pada tabel 1 berikut:
Tahap 2: Melakukan pembobotan kriteria pada setiap tingkat hirarki
Pada tahapan ini, seluruh kriteria yang berada pada setiap tingkat hirarki diberikan penilaian kepentingan relatif antara satu kriteria dengan kriteria lainnya. Penilaian tersebut menggunakan standar pembobotan Saaty dengan skala berkisar dari 1 hingga 9 dan kebalikannya. Keterangan mengenai skala tersebut dapat dilihat pada tabel 1 berikut:
Tabel 1. Penilaian kepentingan relatif kriteria menggunakan skala Saaty

Tahap 3: Menghitung pembobotan kriteria dan konsistensi pembobotan
Tahapan ini menghitung prioritas pembobotan dengan mencari nilai eigenvector dari matriks A.
Konsistensi AHP
Penilaian antara satu kriteria dengan kriteria lain tidak bisa sepenuhnya konsisten. Inkonsistensi ini dapat disebabkan oleh kesalahan memasukkan penilaian ke dalam sistem, kurangnya informasi, kurangnya konsentrasi, dunia nyata yang tidak selalu konsisten, atau model struktur hirarki yang kurang sesuai. Metode AHP mengijinkan terjadinya inkonsistensi penilaian kriteria, tetapi inkonsistensi penilaian tersebut tidak boleh melebihi nilai rasio konsistensi sebesar 10%.
Tabel 2 berikut ini menunjukkan nilai indeks acak untuk setiap matriks berorde 1 hingga 10:
Tabel 2. Nilai indeks acak (RI)
Orde
RI
1
0
2
0
3
0.52
4
0.89
5
1.11
6
1.25
7
1.35
8
1.40
9
1.45
10
1.49
Tahap 4: Menghitung pembobotan alternatif
Pada tahapan ini dilakukan pembobotan alternatif untuk setiap kriteria dalam matriks pairwise comparison. Proses untuk melakukan pembobotan alternatif ini sama dengan proses yang dilakukan untuk menghitung pembobotan kriteria.
Tahap 5: Menampilkan urutan alternatif yang dipertimbangkan dan memilih alternatif
Tahapan ini menghitung nilai eigenvector yang diperoleh pada pembobotan alternatif untuk setiap kriteria dengan nilai eigenvector yang diperoleh pada pembobotan kriteria. Hal ini dilakukan untuk menentukan pilihan dari alternatif yang tersedia. Jumlah nilai terbesar merupakan pilihan yang terbaik